Rabu, 03 Oktober 2018

Pengibaran dan Penurunan Bendera

Tata Cara Pengibaran dan Penurunan Bendera

  Kali ini kita akan membahas bersama mengenai artikel yang berjudul seperti diatas,pertama tama saya akan membahas mengenai tata cara pengibaran bendera terlebih dahulu.
  Dalam mengibarkan bendera biasanya terdapat 3 orang utama atau inti yang sangat dibutuhkan yaitu pengerek,pembawa bendera dan pembentang.
  Pengerek bendera biasanya terletak disebelah kiri, pembawa bendera terletak ditengah serta pembentang bendera terletak di sebelah kanan.
 Berikut 10 tahapan pengibaran bendera :

1. Pengerek dan pembentang bendera memegang tali bersama sama bukan memegang tiangnya, punggung tangan yang memegang tali menghadap ke kanan.
2. Kemudian pengerek bendera mulai membuka tali pada tiang.
3. Pengerel melihat keatas untuk memastikan apakah talinya sudah benar ataupun terbelit.
4. Setelah posisi tali benar berikan salah satu tali pada pembentang bendera. Tali yang di berikan kepada pembentang adalah tali untuk mengerek bendera nantinya sedangkan bagian tali yang dipegang oleh pengerek adalah tali yang terdapat catok untuk memasang bendera.
5. Pengerek melakukan tindakan penyelamatan, gaya penyelamatan ini bebas yang penting tali tersebut tidak terlepas dari tangan pengerek.
6. Selanjutnya pengerek bendera memasangkan catok pada bendera. Catok yang bagian atas kebagian warna merah sedangkan catok yang bagian bawah dikaitkan dengan warna putih.
7. Kemudian pembentang menyerahkan tali yang dipegang pengerek.
8. Langkah selanjutnya adalah pembentangan :
 - pembentang mundur 3 langkah kebelakang. Setelah mundur 3 langkah baru bendera di bentangkan bersamaan dengan mundurnya pembentang, pengerek menarik tali 3 kali.
- selanjutnya pembentang menolehkan kepala ke arah pemimpin upacara dan memberikan isyarat dengan lantang dan keras " bendera siap ". Pemimpin upacara memberi aba aba penghormatan kepada bendera merah putih.
9. Tindakan selanjutnya adalah tindakan pengerekan bendera :
- pembentang maju kedepan dengan langkah yang tegap dan tangan yang masih membentangkan bendera, langkahnya tidak kaku,tidak santai dan tidak asal asalan, setelah sampai di depan tiang lemparkan ujung bendera berwarna putih kearah belakang pembentang yang sesuai dengan arah angin.
- bendera di kerek seirama dengan lagu Indonesia Raya, posisi telapak tangan pengerek,pengulur dan pembentang menggenggam. Keadaan tangan pengerek dan pembentang pada saat prngereka terlihat seperti cermin.
- bendera harus sudah sampai puncak tiang pada kata " hiduplah " bait terakhir dari lagi Indonesia Raya.
- ketika aba aba " tegak gerak " dari pemimpin upacara, maka pengerek dan pembentang harus langsung diambil oleh pengerek.
10. Langkah yang terakhir adalah pengikatan tali pada tiang. Pengikatan tali ini dilakukan oleh pengerek.

  Berikut 10 tahap penurunan bendera :

1. Memegang tali
2. Membuka tali
3. Pengerek melihat ke atas
4. Serahkan tali dari pengerek ke pembentang, pembentang memberikan isyarat dengan lantang dan keras " bendera siap "
5. Penurunan bendera pembentang menarik tali dan mengerek mengulur dengan sedikit menahan agar tidak terlalu cepat turun kebawah.
6. Serahkan tali dari pembentang kepada pembawa bendera. Pembentang mengambil sedikit ujung bendera dan mulai mundur sampai bendera terbentang.
7. Membentangkan bendera sampai ada aba aba dari pemimpin upacara " tegak gerak " pembentang dan pembawa bendera melipat bendera menjadi 2 bagian dengan warna pustih menhadap kearah pasukan.
8. Pembawa bendera melakukan tindak penyelamatan pada tali.
9. Pembawa bendera (orang yang di tengah) membawa catok tali dan bendera.
10. Serahkan tali tersebut kepada pengerek untuk di ikat, ketika pengerek mengikat tali pada tiang pembawa bendera dan pembentang melakukan pelipatan bendera pelipatan bendera ini tidak bebas dan asal asalan tetapi harus rapih dan cepat.

  Sekian informasi dari saya semoga bermanfaat untuk kita semua... 


Sejarah PASKIBRA

Sejarah PASKIBRA


  PASKIBRA merupakan singkatan dari pasukan pengibar bendera dengan tugas utamanya yaitu mengibarkan duplikat bendera pusaka dalam upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia di tiga tempat yakni :

¤ Tingkat Kabupaten/kota (Kantor Bupati atau Walikota)

¤ Tingkat Provinsi (Kantor Gubernur)

¤ Tingkat Nasional (Istana Merdeka)

Anggota nya berasal dari pelajar SMA sederajat kelas 1 atau kelas 2. Penyeleksian anggota biasanya dilaksanakan pada bulan April untuk persiapan pengibaran pada 17 Agustus.
  Sewaktu seleksi sampai tanggal 16 Agustus, seorang anggota PASKIBRA dinamakan CAPASKA atau calon PASKIBRA. Pada waktu penugasan 17 Agustus anggota PASKIBRA dinamakan PASKIBRAKA dan setelah 17 Agustus dinamakan PURNAPASKIBRAKA.
  Dalam organisasi PASKIBRA,ada dua lambang yaitu lambang PASKIBRA bergambarkan dua pemuda dan dua pemudi PASKIBRAKA menengok ke kanan dengan seragam PDU adalah lambang aktif anggota PASKIBRA/PASKIBRAKA yang sedang bertugas dan ada lambang kedua yaitu lambang PURNAPASKIBRAKA Indonesia yang berlambangkan daun dan bunga teratai. Penjelasan lambang nya yaitu sebagai berikut :
- 3 helai daun yang tumbuh keatas artinya PASKIBRA harus belajar bekerja dan berbakti.
- 3 helai daun yang tumbuh mendatar/kesamping artinya seorang PASKIBRA harus aktif,disiplin dan gembira.
Artinya adalah seorang anggota PASKIBRAKA memiliki jiwa yang sangat mulia dan mengapa lambang PASKIBRAKA dilambangkan dengan bunga teratai? Karena bungan teratai tumbuh dilumpur dan berkembang di atas air yang bermakna bahwa anggota PASKIBRAKA adalah pemuda pemudi yang tumbuh dari (orang biasa) tanah air yang sedang bermekar/berkembang dan membangun.
  Gagasan PASKIBRAKA lahir pada tahun 1946 yaitu pada saat ibukota Indonesia berpindah ke Yokyakarta. Dalam rangka memperingati HUT RI yang ke 1 presiden Soekarno memerintahkan salah satu ajudannya yaitu Mayor (laut) Husein Mutahar untuk menyiapkan pengibaran bendera pusaka dihalaman Istana gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itulah di benak Mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru tanah air,karena mereka adalah generasi penerus perjuangan bangsa yang bertugas tetapi,karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana maka Mutahar hanya bisa menghadirkan 5 orang pemuda (3 putra dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah dan kebetulan sedang berada di Yokyakarta. Lima orang tersebut melambangkan PANCASILA,sejak tahun 1946 sampai 1949 pengibaran bendera di Yokyakarta tetap dilakanakan dengan cara yang sama.
  Ketika ibukota Indonesia dipindahkan ke Jakarta pada tahun 1950 Mutahar tidak lagi menangani pengibaran bendera pusaka. Pengibaran bendera pusaka pada setiap tanggal 17 Agustus di Istana Merdeka dilaksanakan oleh rumah tangga kepresidenan sampai tahun 1966 selama periode itu para pengibar bendera diambil dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.
  Tahun 1967 Husein Mutahar dipanggil presiden saat itu Soeharto, untuk menangani lagi masalah pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 ia kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran bendera menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggota,yaitu :
- pasukan 17/pengiring (pemandu)
- pasukan 8/pembawa bendera (inti)
- pasukan 45/pengawal

 Sekian info yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat untuk kita semua...